Tampilkan postingan dengan label artis-selebritas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artis-selebritas. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2008

Aming Putuskan Mundur dari Dunia Entertainment


Dunia hiburan, tampaknya, akan kehilangan. Aktor sekaligus komedian Aming mengungkapkan rencana rehat sementara dari dunia hiburan. Apa yang melatarbelakangi rencana itu? Berikut wawancara Jawa Pos dengan Aming di tengah kesibukannya dalam promo film layar lebar terbaru sekaligus terakhirnya sebelum rehat, Doa Yang Mengancam.

Tak banyak selebriti Indonesia yang berani memproklamasikan diri untuk berani mundur dari dunia entertainment. Tapi, apa yang dilakukan Aming sungguh di luar dugaan. Ketika artis yang namanya melambung dari acara komedi Extravaganza tersebut sedang berada di puncak ketenaran, dia memutuskan mundur perlahan dari dunia hiburan yang selama ini membesarkan namanya.

''Ya memang sudah saatnya aku mundur. Aku juga udah letih. Sudah saatnya menikmati hidup,'' ujar pria yang doyan berganti-ganti penampilan tersebut, lantas tertawa. Aktor berdarah Sunda itu secara terang-terangan mengaku jenuh dengan aktivitas di dunia entertainment. Apalagi, dia banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas yang padat dan nyaris tak kenal siang dan malam. ''Kalau sedang dikejar deadline tayang, hampir pasti waktuku habis di jalan dan di lokasi syuting,'' kenang dia.

Pemeran Madrim dalam film Doa Yang Mengancam itu yakin bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menikmati hidup yang diberikan Tuhan. Menurut dia, ada kalanya hidup tak hanya penuh dengan usaha mendapatkan uang. Tapi, juga menemukan kebahagiaan lahir batin. ''Dan, aku merasa itu memang suatu alasan yang tepat agar aku bisa rehat sementara,'' tegasnya.

Aming memang pribadi yang unik dan humoris. Di sela-sela wawancara, dia tanpa sungkan melambaikan tangan dan menyapa tiap orang yang tampak sebagai penggemar. Aktor yang sering tampil sebagai waria itu juga tampak terbuka ketika menjawab berbagai pertanyaan wartawan tanpa sedikit pun terganggu. Sambil menjawab pertanyaan wartawan, berkali-kali dia membenahi letak rambutnya yang kini berwarna kuning dengan potongan yang disebutnya emo.

Pria bernama asli Aming Supriatna tersebut menilai keputusannya untuk vakum itu adalah hal yang lazim. Dia pun mencontohkan profesinya seperti seorang pekerja kantoran yang memiliki waktu cuti. Apalagi, dia mengaku sudah cukup lama bekerja. ''Aku bekerja dari SMP sampai hari ini. Itu bagus. Sebab, itu lompatan besar buat aku,'' paparnya sambil mengeluarkan celetukan-celetukan lucu, tapi vulgar yang menjadi ciri khasnya.

Rencananya, alumnus Fakultas Seni Rupa dan Budaya ITB itu mundur dalam jangka waktu minimal enam bulan sampai setahun. Tapi, tidak tertutup kemungkinan kalau nanti sudah sehat dan kembali menemukan soul untuk berkarya, dia pasti kembali. ''Tapi, kalau ada kerjaan lain yang lebih baik, kenapa enggak,'' ujarnya.

Pria 27 tahun itu mengungkapkan masih belum memiliki rencana konkret tentang jenis pekerjaan apa yang akan digelutinya selama berada dalam posisi vakum. Dia berancang-ancang tak akan berada jauh dari dunia entertainment. ''Kalau ternyata mundur permanen, aku tenang aja. Kuliah sudah lulus dan aku keren,'' paparnya, lantas tertawa. ''Kuliahku terkait seni juga. Bisa bikin event organizer, production house, usaha, dan karya. Yang pasti, banyak hal yang bisa aku lakukan jika akhirnya aku benar-benar mundur,'' sambungnya.

Namun di balik semua itu, Aming berniat mundur karena kondisi fisiknya yang akhir-akhir ini naik-turun. Bahkan, beberapa pekan lalu, Aming terpaksa harus absen dari sejumlah jadwal syuting karena sakit keras. ''Dokter dan beberapa konsultan kesehatan menyarankan agar aku benar-benar istirahat total. Karena itu, sekalian aja aku mundur,'' terangnya.

Yang membuat keputusan tersebut kian matang adalah dukungan yang datang dari beberapa teman dekatnya. Dia menyebutkan beberapa nama seperti Maia Estianty, Shanty, Rachel Maryam, dan rekan-rekan mainnya di tayangan komedi Ekstravaganza. ''Kebanyakan sih oke dan mendukung rencana ini,'' ucapnya. (zulham mubarak/tia)

http://www.jawapos.com/ [ Minggu, 12 Oktober 2008 ]

Endah Saraswati -- Istri Kelik Pelipur Lara -- Penjaga Piala


Memegang piala bergilir untuk sebuah kontes tidak selalu membahagiakan. Ini dialami penyanyi campursari, Endah Saraswati, peraih piala Puspa Budaya untuk kepiawaian menyanyi jenis lagu campursari tingkat nasional tahun 2007.

"Habis, enggak ada kabar berita hendak dikonteskan lagi atau tidak (campursari tingkat nasional). Jadi, setahun ini saya hanya menjadi penjaga piala. Mending kalau disuruh memiliki sekalian ya," ungkap Endah yang menikah dengan Kelik Pelipur Lara atau wakil presiden Ucup Kelik dalam Democrazy di MetroTV pada 21 Juli 2008.

"Tapi, namanya saja piala bergilir kan mestinya diperebutkan kembali," tuturnya menambahkan.

Selain memegang piala Puspa Budaya, dalam kontes yang diselenggarakan di Jakarta ini, Endah juga dinyatakan sebagai juara pertama dan juara favorit.

"Pulang ke Yogya, saya membawa tiga piala sekaligus," kata perempuan yang lahir di Yogyakarta, 4 Juli 1983, ini.

Di tengah kegiatan ngamen, Endah juga disibukkan proses penyelesaian album CD/VCD bertajuk Caples dan Cawaples bersama suaminya. Dalam album berisi 10 lagu campursari, ia menyanyikan tiga lagu, Kelik dua lagu, dan sisanya mereka nyanyikan duet. (POM)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Senin, 13 Oktober 2008 | 03:00 WIB

11 Oktober 2008

Britney Spears Bingung

Tak cuma kita yang bingung ada apa di benak penyanyi Britney Spears dalam masa kacaunya beberapa bulan lalu. Ia sendiri pun bingung.

"Saya duduk dan berpikir: saya kan cerdas, waktu itu saya mikir apa ya?" katanya dalam wawancara dengan MTV di New York, AS, Kamis (9/10), yang rencananya ditayangkan 30 November, dua hari sebelum peluncuran album terbarunya.

Spears memang harus ditanya tentang hal itu. Soalnya, dalam waktu singkat, ia bercerai dari Kevin Federline, terkena kasus kriminal, tampil di depan publik dalam kondisi kacau, dan masuk-keluar pusat rehabilitasi.

Dalam upaya untuk kembali "normal", ia mengeluarkan album keenam, Circus, pada 2 Desember 2008, tepat pada ulang tahunnya yang ke-27. Spears berharap album baru itu akan membuat pandangan orang tentang dirinya kembali seperti sebelum segala kekacauan itu terjadi.

Baru-baru ini, pengacaranya, J Michael Flanagan, menolak tawaran berupa tahanan setahun dan denda 150 dollar AS atas kesalahan Spears, menabrak mobil yang sedang parkir. Flanagan meminta hukuman untuk Spears berupa denda 10 dollar AS.

Kata Flanagan, Spears telah diperlakukan tak adil sebab ia seorang selebriti. Kasus itu berawal pada 2007 saat Spears menabrak mobil yang sedang parkir dan langsung pergi tanpa memberi tahu si empunya kendaraan. (AP/EDN)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Sabtu, 11 Oktober 2008 | 03:00 WIB

10 Oktober 2008

Iwan Fals Jadi Bintang Iklan

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah puluhan tahun malang melintang sebagai penyanyi dan pesohor, untuk pertama kalinya Iwan Fals menjadi bintang iklan sepeda motor. Sosoknya muncul hampir tiap malam di layar kaca mempromosikan produk tersebut. Padahal, sebelumnya, ia dikenal menutup diri dari dunia iklan. "Kali ini kebetulan konsepnya cocok, ya, diterima," ujar laki-laki 47 tahun itu.

Pemilik nama lengkap Virgiawan Listianto itu mengaku selama ini selektif lantaran melihat komitmen perusahaan terhadap masyarakat. "Apakah perusahaan itu serius menjaga lingkungan hidup, membantu pendidikan, menangani limbah, juga soal kesejahteraan karyawannya," kata musisi yang rutin mengadakan pertemuan dengan penggemar dua kali sepekan di kediamannya di Cimanggis, Bogor, Jawa Barat, itu.

Untuk membintangi produk sepeda motor ini pun manajemen Iwan lebih dulu memeriksa ke lapangan. "Prosesnya satu tahun," ujarnya. Dalam waktu dekat, dia pun akan terbang ke India, meninjau langsung pabrik utama motor itu. Soal honor, Iwan mengunci mulut. Yang jelas, kebutuhan keluarganya hingga 2009 bisa tercukupi. Lumayan.

http://www.tempointeraktif.com/ Kamis, 09 Oktober 2008 | 10:00 WIB

Audisi Miss Celebrity Indonesia 2008 - Jadi Selebriti atau Anggota DPR?

Sejumlah peserta mengikuti ajang audisi "Miss Celebrity SCTV" hari pertama di Senayan City, Jakarta, Rabu (8/10). Audisi tersebut merupakan tahapan penyeleksian menuju "Miss Celebrity SCTV" di sebelas kota.Abimanyu

Suasana di lantai 6 Senayan City, Rabu (8/10) terlihat begitu ramai. Terlihat puluhan atau mungkin ratusan gadis cantik berbaris membentuk antrean yang mengular. Padahal hari masih pagi, dan pusat perbelanjaan mewah di kawasan Jakarta Selatan itu baru saja buka. Keramaian itu terjadi karena audisi Miss Celebrity Indonesia 2008 (MCI) yang digelar SCTV.

MCI merupakan kegiatan audisi mencari talenta selebriti baru. Sebagaimana yang telah disebarluaskan sebelumnya, ajang ini akan mencari perempuan untuk menjadi model iklan, presenter, dan pemain sinetron bagi stasiun televisi tersebut. Tidak tanggung-tanggung hadiah utamanya adalah kontrak kerja dari SCTV senilai RP 500 juta.

Lagi-lagi sebuah tawaran yang menggiurkan, terutama bagi mereka yang ingin berkiprah di dunia hiburan secara instan.

Syarat dari ajang ini terbilang sama dengan audisi pada umumnya. Yaitu masih gadis, berusia 15 -23 tahun, serta memiliki tinggi badan minimal 158 cm dan proporsional. Tak heran, berbondong-bondonglah para gadis itu datang mengikuti audisi pertama di Jakarta tersebut. Beragam aksi dilakukan. Mulai dari yang tampil sederhana, hanya bercelana pendek dan kaos oblong hingga yang dandan lengkap dengan gaun paling trendi.

Meski mengaku, baru pertama kali ini ikut audisi, gadis-gadis itu berharap dapat lolos hingga ke seleksi selanjutnya. Motivasi mereka ingin jadi selebriti agar terkenal dan mudah mendapatkan materi.

"Saya dari SMP sudah ikut kegiatan semacam ini karena saya ingin jadi artis, bisa terkenal dan punya banyak uang," kata Sita (16) peserta asal Tangerang kepada SP. Sayang, Sita harus kecewa karena dia langsung gugur di seleksi awal karena tinggi badannya kurang memenuhi syarat, yakni 158 centimeter.

Ada juga yang punya motivasi lain. "Saya juga ingin jadi artis biar bisa jadi anggota DPR," ucap Beby Beauty Ranggiwi peserta asal Jakarta. Rupanya dia termotivasi dengan banyaknya artis yang belakangan ini terjun ke dunia politik, terutama mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Tidak Canggung

Beby tidak terlihat canggung menghadapi wartawan, pasalnya ini bukan audisi pertama yang diikuti. Dia mengaku, pernah jadi finalis sebuah kontes kecantikan rambut tahun 2006 dan pernah jadi juara kontes kecantikan. Namun, karena merasa tidak mendapat hasil yang maksimal, maka dia mencoba peruntungan lagi di ajang MCI.

"Saya merasa yang saya peroleh kemarin belum begitu terlihat. Karena itu saya mencoba lagi.

Menurut Razak Satari Ketua Tim Juri audisi MCI, hal tersebut dibenarkan jika peserta tersebut tidak sedang terikat kontrak atau kesepakatan, baik secara lisan maupun tertulis untuk menjadi model iklan, presenter, serta pemain sinetron dan film. Atau tidak tercatat sebagai peserta perlombaan atau kontes sejenis. Hanya saja, Razak mengakui pihaknya lebih mencari yang benar-benar segar.

"Kami memang sangat ketat dan tegas dalam menyeleksi peserta audisi. Hal ini kami lakukan agar tujuan acara ini untuk mencari selebriti baru Indonesia yang siap terjun di dunia hiburan benar-benar tercapai," tegas Razak. Kriteria utama adalah penampilan yang menarik.

SCTV juga akan menggelar audisi serupa di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Makasar, Manado, Palembang, Banjarmasin, Surabaya, dan Denpasar hingga 9 November 2008. Hasilnya akan ada 25 finalis untuk merebut mahkota MCI.

"Kami melakukan ini untuk mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan program acara dan konsep kami," ungkap Senior Manager Produksi SCTV Mahcroni Kusuma. [W-10]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/09/index.html

08 Oktober 2008

Mayoritas Artis Pakai Nama Komersial

Daftar Caleg Sementara Pemilu 2009

Foto-foto: Dok SP -  kapanlagi.com - Wulan Guritno - Ikang Fawzi - Evie Tamala - Eko Patrio

[JAKARTA] Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan artis dan politisi menyertakan nama komersial atau nama beken pada daftar calon sementara (DCS) Pemilu 2009. Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan salah satu parpol yang paling banyak memasang nama beken pada DCS. Misalnya, Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi), Sri Wulandari (Wulan Guritno), dan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio).

Pencantuman nama komersial tersebut dinilai kurang memenuhi kaidah administratif. Nama yang tercantum pada DCS harus merupakan nama asli sesuai KTP, ijazah, dan akta kelahiran. Penggunaan nama asli dinilai bakal memenuhi harapan masyarakat untuk memiliki wakil rakyat yang jujur, terbuka, dan aspiratif, serta sesuai dengan asas pemilihan umum yang jujur dan terbuka. Demikian pendapat pengamat dari kalangan universitas serta anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah yang dirangkum SP, Selasa (7/10) dan Rabu (8/10).

Pengamat sosial politik dan hukum dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sumali berpendapat, pencantuman identitas diri caleg pada daftar calon, seharusnya menggunakan nama asli sesuai dengan akta kelahiran dan akta pengganti jika namanya berubah, atau sesuai dengan nama yang bersangkutan di ijazah. Hal itu dinilai ideal karena memenuhi harapan masyarakat untuk memiliki wakil rakyat yang jujur, terbuka dan aspiratif. "Ini sesuai dengan asas pemilu yang jujur dan terbuka," katanya.

Ketua Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum UMM ini menilai, pemakaian nama beken atau nama komersial yang tidak sesuai data adalah upaya melakukan kebohongan publik. "Kalaupun dengan alasan nama beken jauh lebih populer dibanding nama aslinya, itu menunjukkan yang bersangkutan takut atau khawatir dikontrol publik atas nilai-nilai kejujuran dan keterbukaannya kelak," ujar Sumali.

Sedangkan pengamat sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wara Sinuhaji berpendapat, masyarakat boleh mengajukan keberatan sebagai bentuk protes dengan menyampaikan kepada KPU bila menemukan nama pada DCS maupun DCT yang menggunakan nama lain di belakang nama asli. "Menggunakan nama alias di belakang nama asli tidak efisien dilakukan caleg. Nama alias tersebut bila memang tertera dalam daftar merupakan suatu bukti bahwa peserta yang mendaftar tersebut tidak jujur," ujar Sinuhaji.

Berpatokan Ijazah

Dalam menentukan nama caleg dalam DCS, KPU Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tetap berpatokan pada ijazah dan formulir yang disampaikan. "Jika ada perubahan dan perbedaan nama harus didukung dengan keputusan pengadilan," kata Kabag Hukum dan Humas KPU Kalbar, A Nyarong. Diakui, ada beberapa calon DPD dan DPRD yang menginginkan agar data tentang nama yang dicantumkan dalam DCS adalah nama paling dikenal masyarakat. Namun permintaan itu belum bisa diterima, sebab proses pencalonan memerlukan waktu lama.

Keputusan untuk tidak mencantumkan nama alias juga dilakukan di Jambi. "Nama komersial atau alias dari setiap caleg tidak dicantumkan dalam DCS karena hal tersebut dinilai kurang me- menuhi kaidah administrasi pemerintahan," kata ang- gota KPU Provinsi Jambi, Kasrianto.

Hal berbeda diungkapkan pengamat sosial dan politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito. Menurutnya, pencantuman nama beken atau nama alias dalam DCS, DCT, atau surat suara, bukanlah hal yang harus dipersoalkan dan tidak melanggar hukum. "Hal itu tidak terlalu krusial, sehingga tidak perlu dipersoalkan. Yang penting bagaimana berkas-berkas caleg itu lengkap di KPU," kata Arie.

Sementara itu, KPU membantah pencantuman nama beken artis pada DCS merupakan upaya memikat pemilih. Pencantuman nama beken itu semata untuk mempermudah pemilih agar tak salah pilih. Menurut anggota KPU Sjamsulbahri, tak hanya artis, caleg nonartis pun boleh menggunakan nama yang dikenal publik. "Diharapkan, pemilih mengenal caleg, jangan sampai keliru. Ini berlaku tak hanya pada artis, tapi yang lain juga, ada pencantuman nama panggilan. Sebab, banyak orang tak kenal nama asli. Kasihan jika mau pilih caleg A, tahu-tahu salah pilih," katanya.

Dia menegaskan, dalam Peraturan KPU dan kesepakatan pleno, hal tersebut dibolehkan. "Tidak ada larangan, baik di Peraturan KPU maupun UU Pemilu Legislatif," katanya.

Untuk menghindari konflik yang terkait pencantuman nama beken, lanjutnya, KPU tak hanya mengacu pada nama identitas di kartu tanda penduduk (KTP), tetapi juga disesuaikan dengan identitas riwayat hidup yang diberi materai. [AHS/152/146/070/141/ ASR/A-16]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/08/Utama/ut01.htm

07 Oktober 2008

Kelik Pelipur Lara, Batal Bulan Madu

Raden Kelik Sumaryoto (40), komedian yang memiliki nama panggung Kelik Pelipur Lara, segera melempar album kedua berisi 10 lagu campursari. Ia berduet dengan istrinya, Endah Saraswati (25), yang dinikahi Juli lalu.

Album kedua itu ia beri judul Caples dan Cawaples atau Campurcari plesetan dan Campursari jawa plesetan. Adapun album pertama yang diluncurkan bersamaan dengan pernikahannya diberi judul Caples BBM atau Campursari plesetan Benar-Benar Manten.

"Di album kedua juga ada lagu berjudul 'BBM', singkatan dari Batal Bulan Madu," ujar Kelik sambil terkekeh, Minggu (5/10) malam.

Lho, kok, kenapa batal BM-nya? "Masih banyak tamu...," jawab Kelik sambil berterus terang bahwa istrinya hingga sekarang belum hamil. "Ya, itu tadi, akibat BBM dan banyak manggung di mana-mana," tambah Kelik yang mengandalkan humor plesetan.

Apa pun memang ia pleset-kan, termasuk alamat rumah pribadi di Jalan Kaliurang Km 10 Sleman, Yogyakarta. Rumah ini semula bernama Komplek Mandala. Biar keren, ia ubah menjadi Komplek MPR atau kepanjangan dari Mandala Perumahan Rakyat.

"Kan, harus ada rakyatnya. Ini memang rumah rakyat karena ukurannya kecil," tutur Kelik, pemeran wakil presiden bernama Ucup Kelik dalam Democrazy di stasiun televisi MetroTV. (POM)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Selasa, 7 Oktober 2008

27 September 2008

Sarah Azhari Nyaman Sendiri

Bagi Sarah Azhari, menjadi orang tua tunggal mendatangkan keuntungan tersendiri. Anak semata wayangnya, Albani, menjadi lebih akrab sampai-sampai, menurut dia, seperti belum membutuhkan sosok ayah.

Menurut Sarah, Albani lebih senang jika ibunya sendiri, tanpa pendamping. "Mungkin dia lebih comfortable. Sebab, ibunya lebih total perhatian untuk dia dan apa adanya," jelas perempuan kelahiran 16 Juni 1977 itu ketika ditemui di Jakarta Kamis malam (25/9).

Sejauh ini, Sarah memang tidak kesulitan membesarkan anaknya seorang diri. Dari sisi finansial, kata Sarah, selalu saja ada rezeki untuk anaknya itu. Begitu pun dalam hal pendidikan. "Sama seperti ibu lain, saya ingin dia mendapat pendidikan yang layak, menjadi anak yang pintar dan baik, mengerti agama," jelas adik Ayu Azhari itu.

Maka, Sarah berkomitmen untuk tidak membiarkan anaknya bekerja, meski sudah ada peluang bagi Albani bermain sinetron atau iklan. "Biarkan dia sekolah dulu. Nanti kalau sudah gede, punya pendirian, barulah. Lebih enak sekarang dia melewati masa anak-anaknya, nggak usah kerja," tegasnya.

Sementara itu, Albani merasa nyaman dididik seorang ibu saja. Dalam hati kecilnya, Sarah sangat membutuhkan pendamping hidup secepatnya.jawapos.com 27 09 2008

21 September 2008

Tonton dengan Hati - Andy Noya, Kini Menjadi Diri Sendiri

Minggu, 21 September 2008 | 03:00 WIB

Berbagai komentar di internet tentang tayangan Kick Andy membuat mata Andy F Noya berkaca-kaca. "Apakah betul Kick Andy memberi pengaruh sebesar itu pada penonton?" tulis Andy dalam bukunya, Andy's Corner, terbitan Bentang dan Metro TV.

Ada penonton bernama Herry Candi, warga Barru, Parepare, Sulawesi Selatan, yang menempuh jarak 40 kilometer naik motor tiap pekan untuk menonton Kick Andy. Sinyal televisi tidak tertangkap baik di Barru sehingga ia terpaksa menonton di warung-warung di kota terdekat. Di sana, Kick Andy dimulai pukul 23.00 dan selesai sejam sesudahnya. Karena untuk pulang terlalu lelah, Herry menumpang tidur di pom bensin yang dilalui. Ia melakukan itu lantaran merasa hidupnya lebih berguna sesudah menonton Kick Andy.

"Banyak tanggapan positif, terutama saat kami menghadirkan orang-orang kecil dengan kisah hidupnya. Sebaliknya, banyak pula yang mencerca. Saat kami menghadirkan Xanana Gusmao dan Mayor Alfredo, misalnya, protes datang dari pendukung keduanya. Juga saat kami mengundang Sobron Aidit sebelum meninggal, banyak SMS pro-kontra masuk. Makanya kami sering bilang, tontonlah Kick Andy dengan hati, bukan dengan otak," papar Andy.

Cerita menyentuh muncul dari seorang guru dan kepala sekolah yang terpaksa memulung barang bekas untuk biaya pengobatan istrinya yang menderita kanker otak. Kisah mengharukan datang dari Sugeng yang cacat. Ia membantu sesama orang cacat dengan membuatkan kaki palsu.

"Hidupku jadi lebih berarti ketika bisa menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan para dermawan," tutur Andy, yang bersama timnya kemudian mendirikan Kick Andy Foundation.

Program pertama KA Foundation adalah gerakan 1.000 kaki palsu bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Gerakan yang terinspirasi dari cerita Sugeng ini berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 1 miliar. ia bersama tim juga mendirikan Kick Andy Enterprise yang dikelola Media Group dengan saham patungan antara Metro TV dan KA Foundation.

Sekarang Andy masih sangat bersemangat. Namun kelak, ucap Andy, ia harus berhenti. Ia ingin mewujudkan mimpinya menjadi penulis. Hanya penulis.

Pada umur berapa? "Aku sedang berunding dengan istri," jawabnya.

Pada hari tua, ia ingin tinggal di Batu, Malang, tempat ia menghabiskan masa kanak-kanak. Kerinduan akan masa kecil itu kerap muncul manakala membayangkan sawah, pohon, dan bambu.

"Tapi istri malah ingin tinggal di apartemen. Perempuan sulit dimengerti, ya? Ha-ha-ha."

Ha-ha-ha... (IVV)




Andy Noya, Kini Menjadi Diri Sendiri
FOTO-FOTO: KOMPAS/ARBAIN RAMBEY / Kompas Images
Minggu, 21 September 2008 | 03:00 WIB

Susi Ivvaty

Susah-susah mudah mewawancarai Andy Flores Noya. Sempat ia menolak. Bukan karena wartawan kok menanyai wartawan. "Nanti over expose," katanya beralasan. Ketika akhirnya bersedia ditemui, Andy menjelaskan mengapa ia tidak mau terlalu banyak dipublikasikan. "Aku menjadi makin terkenal, tapi malah 'menderita'."

Andy memberi gambaran, betapa kalau sedang berkunjung ke daerah untuk memandu program Kick Andy off air, ia menjadi bak selebriti. Banyak orang minta foto bersama dan tanda tangan. Jika ia sedang ingin menyendiri sambil membaca buku di kafe, ada saja orang yang mendekat dan menyalaminya. Ketenaran mendadak itu tak lain berkat Kick Andy, program talk show di Metro TV yang dipandunya sejak 20 Maret 2006.

"Jujur itu bukan diri sendiri karena aku sebenarnya enggak suka terkenal. Aku ini hidup dalam kontradiksi. Aku sebenarnya introvert, suka menyendiri, baca buku, menulis, tetapi sebagai host Kick Andy, aku harus banyak omong," tutur campuran Belanda (dari ibu) dan Papua (dari ayah) ini.

Memang kalau sedang memandu Kick Andy, Andy seakan tak terbendung. Pertanyaan-pertanyaannya kerap membuat orang terperangah. Orang bilang, pertanyaannya pedas. Belakangan Andy menyadari, pertanyaan pedas itu justru memberi karakter pada Kick Andy.

Pada episode "Aa Gym", misalnya, Andy melempar pertanyaan, "Anda, kan, meminta orang untuk menjaga hati, tapi mengapa Anda tidak menjaga hati istri Anda (dengan berpoligami)?" Atau pertanyaan untuk Harmoko, "Anda seperti Brutus, bagaimana bisa Anda menusuk Pak Harto dari belakang". Kepada Sri Sultan HB X, Andy menanyakan mengapa hak istimewa sebagai sultan untuk beristri lebih dari satu tidak dimanfaatkan, padahal banyak orang yang tidak memiliki keistimewaan itu justru melakukannya. Semua pertanyaan mereka jawab seraya tersenyum.

Andy jadi teringat ketika pada suatu waktu bos Media Group Surya Paloh berujar setengah bertanya kepadanya. Waktu itu ia masih menjabat Pemimpin Redaksi Media Indonesia. "Kamu itu kalau bicara nyelekit, tapi mengapa orang-orang enggak marah".

Sulit menjawab pertanyaan itu karena, kata Andy, ia sendiri pun kadang bertanya. "Aku hanya meyakini satu hal. Selalu tak ada niat jahat di balik pertanyaan-pertanyaanku. Tak ada agenda apa pun. Aku sama sekali tak berpolitik," tegasnya.

Berdiri sendiri

Wawancara dengan Andy di gedung Metro TV sore pekan lalu membuat beberapa teman heran, "Lho, Andy Noya kan sudah tidak di Metro TV". Andy terkekeh mendengarnya. "Aku juga sering ditanya," ujar Andy, yang sore itu menutup rambut kribonya dengan topi lantaran sedang berantakan.

Ceritanya, sejak tiga tahun lalu Andy sudah berniat undur diri dari Media Indonesia dan Metro TV, tapi waktu itu Surya Paloh berberat hati. Tahun ini, hasrat Andy sudah bulat. Ia bermaksud mengurus majalah Rolling Stone yang ia dirikan bersama Eddie Soebari dan Ratna Monika, yang selama ini ia abaikan. "Sudah saatnya saya berdiri sendiri," kata Andy, yang Mei 2008 ini secara resmi mengundurkan diri.

Andy terinspirasi buku Who Moved My Cheese? (1998), yang pesan moralnya lebih kurang: jangan merasa mapan dan nyaman di satu tempat. Berada terus-menerus di comfort zone itu berbahaya. Dua kurcaci di labirin penuh keju, seperti digambarkan dalam buku, memaksa Andy merenung. Kurcaci pertama selalu bekerja mencari keju di tempat lain sementara kurcaci kedua berleha-leha di tumpukan keju sampai menyadari keju telah habis.

"Aku ini beruntung di Metro TV. Aku mau jumpalitan, bikin apa saja pasti dikasih sama Surya Paloh. Dulu waktu masih di Media Indonesia, aku bilang mau keluar karena ingin masuk ke industri TV. Surya Paloh lalu bikin TV. Di sini, aku diberi kebebasan," terang Andy.

Sambungnya, "Tapi sekarang, to be or not to be, aku harus keluar. Aku ingin jadi bos juga, ha-ha-ha. Jadi tikus tapi kepala, daripada macan tapi ekor melulu."

Sewaktu masih terikat pekerjaan di Media Indonesia, Andy kerap merasa bersalah ketika meninggalkan kantor, karena itu berarti meninggalkan tanggung jawab. Namun sekarang, Andy lebih bebas menentukan waktu dan—yang pasti—tidak lagi mengenakan seragam. Kini, selalu ada jam-jam santai untuk membaca buku atau duduk sambil menyeruput kopi.

Andy juga menjadi lebih produktif menulis, kegiatan yang ia gandrungi sejak bangku sekolah dasar. Setiap kali menulis artikel atau buku, ia selalu teringat Bu Anna, guru SD-nya yang 34 tahun lalu pernah berkata, "Kamu cocok menjadi wartawan", sehingga ia terus terinspirasi.

Agustus 2008 ini, buku yang ia beri judul Andy's Corner terbit. Buku ini membahas pengalamannya menjadi host Kick Andy sekaligus curahan perasaannya selama memandu program.

Lantas, bagaimana dengan status di kantor Metro TV? "Itu dia komprominya," sahut Andy. Rupanya, Andy diizinkan keluar dari Metro TV asalkan: 1. Kick Andy tetap jalan, 2. Andy Noya tetap duduk di Dewan Redaksi Media Group, 3. Andy Noya menjadi corporate advisor Media Group.

O… pantesan. "Iya. Senin aku di Rolling Stone dan Metro. Selasa full di RS. Rabu full di Metro. Jumat full di RS. Sabtu-Minggu urusan keluarga, ha-ha-ha."

Bukankah itu ibarat kepala dilepas, tapi ekor ditarik? "Ah… tetap aku kini lebih menjadi diri sendiri. Aku sudah menemukan lentera jiwa," tandas Andy.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/21/01311722/tonton.dengan.hati

Kamidia Radisti: Lupa Waktu

Minggu, 21 September 2008 | 03:00 WIB

Ajang pemilihan "ratu-ratuan" bisa menjadi pintu menuju dunia hiburan. Setidaknya itulah yang dialami oleh mantan Miss Indonesia 2007 Kamidia Radisti (24). Setelah selesai menjalankan tugasnya sebagai Miss Indonesia 2007, Disti kini merambah dunia hiburan.

Di televisi wajahnya sering muncul. Ia membawakan antara lain acara gosip di Global TV dan acara gadget di Metro TV. Ia juga pernah membintangi sinetron FTV berjudul Sandra. Terakhir kali, ia baru selesai berperan dalam film hantu-hantuan berjudul Hantu Biang Kerok. "Saya sering mendapat tawaran sinetron, tetapi belum berani terima karena sistemnya kejar tayang," kata Disti yang mengaku masih sulit mengatur waktu.

Lalu apa konsekuensi dari kesibukannya di dunia hiburan? "Saya jadi enggak gaul. Maksud saya gaul sama teman-teman lama," tutur Disti. Teman lama yang dia maksud adalah teman kuliah dan teman kerja di kantor Suave di Bandung serta teman-teman mantan finalis Miss Indonesia 2007 lalu. Disti merasa sangat akrab dengan teman-teman lamanya.

Karena takut kehilangan teman, setiap kali libur kerja Disti memilih melewatkan waktu dengan chatting di internet. Ia chatting sampai lupa waktu. "Kalau lagi nganggur, saya bisa chatting selama lima jam lebih," kata Disti yang punya waktu libur 3 hari dalam seminggu. Lupa pacar enggak Dis? (ind)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa

18 September 2008

Tren Baru, Menjadi Aktris "Web"

Sehabis membintangi lonelygirl15 seiring berakhirnya masa tayang serial video, aktris Jessica Rose kembali menjadi "bintang online". Disebut "bintang online" karena aktris berdarah Amerika-Selandia Baru berusia 21 tahun itu tidak berakting di film layar lebar atau serial televisi jaringan, melainkan bermain dalam video streaming di situs pertemanan MySpace.

Setelah tokoh Bree yang diperankan Rose dimatikan seiring habisnya masa tayang video serial lonelygirl1 lima tahun lalu, ia mencari peruntungan baru dengan tampil dalam film seri keluarga Greek dan I Know Who Killed Me yang juga dibintangi Lindsay Lohan untuk televisi jaringan.

Akan tetapi, Rose kini kembali menjadi bintang internet dengan bermain di 40 episode film drama Soroty Forever yang benar-benar hanya tampil di internet. Film serial internet ini digarap situs MySpace yang bekerja sama dengan Warner Bros yang kini memiliki situs TheWB.com.

"Saya tidak punya pretensi untuk menjadi bintang web. Jika itu kenyataannya dan saya bisa hidup karenanya, tidak ada alasan untuk tidak mencintai kehidupan ini," kata Rose kepada Reuters, Selasa (9/9).

"Saya pikir ini sebuah terobosan baru yang luar biasa," kata Rose lagi.

Uniknya, sebelum berperan sebagai Bree di tahun 2006, Rose sangat sedikit menaruh perhatian pada internet dan juga terlibat dalam proyek peran online. Bahkan saat diwawancarai untuk memerankan tokoh Bree, Rose tidak menyadarinya kalau itu untuk konsumsi internet. Andai saja tahu, ia akan membatalkan penawaran itu.

"Saya sama sekali tidak ingin menjadi artis web di internet, tetapi sekarang saya artis terkemuka di web. Karenanya, saya sekarang lebih sering menggunakan internet meski hanya 'kebutuhan dasar' saja. Saya belum benar-benar bermain video game atau chat dengan orang lain secara online," demikian pengakuan Rose.

Sangat menikmati

Film Sorority Forever yang dibintangi Rose akan tampil di MySpaceTV dengan alamat http://www.myspace.com/sororityforever and TheWeb.com, di mana per episodenya ditayangkan setiap seminggu sekali.

Rose juga mengaku sedang mengerjakan garapan baru miniseri Blood Cell dan film sebuah seri untuk web HBO Hooking Up, di mana keduanya juga hanya akan ditayangkan di internet.

Tentu saja menjadi bintang web tidak terlalu banyak mendulang uang dibandingkan apabila bermain untuk film seri TV atau film layar lebar, tetapi Rose mengaku sangat menikmatinya.

Bagaimanapun, menjadi bintang web akan menjadi terobosan baru dalam dunia artis. Mengapa harus frustrasi hanya karena tidak bisa menjadi bintang film layar lebar atau TV, jadilah bintang web di internet seperti Rose! (PEP)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/18/00285639/tren.baru.menjadi.aktris.web

16 September 2008

Melky Bajaj: Sikap Menghormati Bulan Puasa Menipis

By Republika Contributor, Jumat, 12 September 2008
Melky Bajaj: Sikap Menghormati Bulan Puasa Menipis

JAKARTA -- Melky, personel kelompok lawak Bajaj, prihatin melihat menipisnya penghormatan masyarakat terhadap bulan suci Ramadan."Sekarang ini, lagi puasa, orang merokok di tempat umum, bahkan di dalam bus, biasa aja. Dulu engga begini, sikap menghormati orang berpuasa terasa sekali," kata Melky, saat dijumpai di sela syuting sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 2, di kawasan Jati Asih, Bekasi, Kamis.

Melky dan dua rekannya dalam Bajaj, Aden dan Isa, turut bermain dalam sinetron garapan Deddy Mizwar tersebut. Tiga pelawak muda jebolan Audisi Pelawak TPI (API) ini berperan sebagai preman insyaf, dan telah ikut membintangi Para Pencari Tuhan sejak jilid pertama tahun lalu.

Melky mengatakan bahwa sikap saling menghormati sangat diperlukan di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat majemuk. "Kita ini kan berbeda-beda tetapi satu. Saya pikir sikap saling menhormati merupakan unsur terpenting di dalam menjaga kebersamaan yang telah terbina selama ini," katanya.

Melky mengatakan Para Pencari Tuhan Jilid 2, nantinya akan menghadirkan tokoh preman baru, yang diperankan oleh Tora Sudiro. Taralah yang nantinya mempengaruhi trio Bajaj untuk melakukan hal-hal yang tidak benar di mata Tuhan.
"Tora jadi preman, kita bertiga yang jalannya udah mau lurus diajak untuk belok lagi," kata Melky sambil tertawa.

Kegiatan syuting ditutup acara berbuka puasa bersama dengan mengundang 60 anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan sekitar Mushala At Taufiq, Jl. Koja 1, yang dijadikan lokasi pengambilan gambar.Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 2 merupakan salah satu program unggulan SCTV di bulan Ramadan tahun ini,ditayangkan setiap hari pukul 03.00-04.30 WIB, sejak 1 September lalu. ant/kp

http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/2773

14 September 2008

Rossa Nyanyi di China

 

Baru sepekan lalu dapat penghargaan sebagai "Penyanyi Paling Ngetop" di sebuah televisi di Jakarta, penyanyi asal Bandung, Rossa, kini sudah berada di Beijing, China.

"Baru sampai hari (Sabtu) ini. Sekarang lagi nonton kungfu," tutur Oca—panggilan akrab Rossa. Berangkat berempat dengan rekan setimnya, Oca mengaku datang ke Beijing diundang oleh Kementerian China untuk tampil di Asian Nite Olympic Art bersama sejumlah penyanyi Asia lainnya. Sebuah ajang seni dalam rangkaian Olimpiade Beijing yang berakhir dua pekan silam.

Oca mengaku akan menyanyikan dua lagu, "Pudar" dan lagu terlarisnya, "Ayat-ayat Cinta", di Asian Nite.

"Khusus refreinnya ('Ayat-ayat Cinta'), pakai bahasa China," kata Rossa. Lho, memang fasih berbahasa China? "Tidak juga. Saya minta seorang wartawan Indonesia yang kerja di Beijing untuk menerjemahkan liriknya," tuturnya.

Wo ai ni, ni ai wo dong ya?

"He-he, sekalian belajar dikit-dikit bahasa China...," kata Oca melalui pesan singkat SMS, Sabtu (13/9) malam.

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Minggu, 14 September 2008 | 01:28 WIB

13 September 2008

Nadine Chandrawinata - Jadi Sarjana

Setelah lima tahun kuliah (satu tahun cuti saat menjadi Putri Indonesia 2005), Nadine Chandrawinata yang kuliah S-1 Jurusan Advertising di London School of Public Relations berhasil menamatkannya. Jumat (12/9) pukul 11.00 dia lulus sidang skripsi.

Skripsi berjudul "Pengaruh Citra Putri Indonesia Sebagai Model Iklan Terhadap Citra Merk" berhasil meyakinkan para penguji.

"Aku sudah lulus sidang. Kata dosen pembimbingku, hasilnya memuaskan. Presentasi bagus dan jawabannya juga bagus," katanya riang.

Sehari sebelumnya Nadine gelisah. Sampai malam hari, ia masih di kampus. Teman-teman memarahinya karena ia seharusnya istirahat.

"Teman-teman mendukungku banget. Mereka yang meyakinkan kalau aku bisa. Aku sendiri masih panik sesaat sebelum sidang. Akhirnya yakin aja karena yang mengerjakan skripsi kan aku, pasti bisa," katanya.

Seusai sidang, teman-teman memberinya kejutan. "Kue cubit disusun seperti gunung. Aduh, itu kue kesukaanku, jadi terharu," katanya.

Setelah lulus, Nadine berniat melanjutkan S-2, namun belum tahu kapan. "Aku mau fokus dulu urusan laut dan anak-anak," kata perempuan kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984, ini.

Duta Ekowisata Terumbu Karang Wakatobi ini memang seorang penyelam. Ia juga akan dinobatkan sebagai Duta Autisme, 18 September nanti. (AMR)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Sabtu, 13 September 2008 | 03:00 WIB

12 September 2008

Deddy Mizwar Sahur di Studio

SATRIO NUSANTORO / Kompas Images

Bulan Ramadhan tak membuat aktor sekaligus sutradara Deddy Mizwar berhenti bekerja. Dia malah sibuk mengedit sinetron Para Pencari Tuhan.

"Sudah dua kali aku sampai sahur di studio. Malah kayaknya aku belum pernah buka puasa di rumah," kata pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1955, yang menjaga kesehatan antara lain dengan mengonsumsi vitamin ini.

Setelah sukses film Naga Bonar Jadi 2, Deddy kini tengah mempersiapkan sebuah film baru yang rencananya ditayangkan pada tahun 2009.

"Aku pengin bikin film komedi politik," kata pemain film Opera Jakarta (1986) dan Kuberikan Segalanya (1987) ini menambahkan.

Kata pemain sinetron Kiamat Sudah Dekat ini, ia akan membuat dua judul film. Dalam salah satu film tersebut, Deddy menjadi produser. Ia bekerja sama dengan sutradara Arya Kusumadewa.

"Judul filmnya, Tuhan Beri Aku Kentut," tutur Deddy. Tetapi, lanjutnya, meskipun sudah tiga versi skenario dibuat, belum ada satu pun yang membuatnya merasa sreg. Sedangkan tentang judul filmnya, ia sama sekali tidak mempermasalahkan.

"Tidak ada yang Allah ciptakan itu sia-sia. Bayangkan saja, kalau yang enggak bisa kentut itu presiden, lha bisa paniklah satu negara," kata Deddy sambil tertawa. (EDN)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/11/01220941/sahur.di.studio

10 September 2008

Irfan Hakim, Kesibukan Ramadhan

Lima tahun terakhir, wajah pembawa acara Irfan Hakim (32) selalu nongol di beberapa stasiun televisi, mengisi berbagai program selama bulan Ramadhan. Tahun ini, ia muncul setiap waktu sahur di Trans7, dalam acara Empat Mata Sahur Seru.

Sore harinya, menjelang berbuka puasa, Irfan mengisi acara SBY: Sambil Buka Yuk di antv, berselang-seling dengan acara kuis di Trans7.

"Sibuk banget memang, tapi bagiku, Ramadhan adalah saatnya berkegiatan. Tidur saja ibadah kok, apalagi kalau berkegiatan," tuturnya.

Lalu, bagaimana dengan jadwalnya sehari-hari? Irfan berangkat dari rumah pukul 24.00 dan pulang seusai sahur atau kadang masih bisa sahur di rumah. Pukul 07.00 ia sudah jalan lagi untuk shooting acara infotainment. Ia masih punya waktu beberapa jam untuk tidur, sebelum kembali shooting Ngelenong Nyok pada pukul 12.00 dan mengudara kembali sore harinya.

"Setelah itu, biasanya ada kegiatan off-air seperti buka bersama anak yatim atau pengajian ibu-ibu. Ada sajalah kegiatannya, alhamdulillah," ujarnya.

Setiap bulan Ramadhan, sambung Irfan, rezeki ia dapat dan ibadah pun dapat. Konsekuensinya, ia harus sering meninggalkan istri dan putrinya, Aisha Maydina Hakim (4 bulan), di rumah.

"Tetapi, ini semua kan juga demi anak-istri, ya...." (IVV)

 
Zaskia Mecca; Bersama Keluarga

Pemain sinetron Zaskia Mecca (21) mengaku sempat merasa bingung, begitu ia menyelesaikan shooting sinetron-sinetron yang dibintanginya.

"Aku (malah) bingung mau ngapain, ya, kalau enggak ada kegiatan shooting," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Zaskia pun lantas berpikir dan sampai pada suatu kesimpulan bahwa inilah saat ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.

"Kita, kan, jadi bisa sahur bareng dan shalat subuh juga bareng," katanya senang.

Waktu yang ada juga digunakan Zaskia untuk memperdalam Al Quran, terutama dengan membaca terjemahannya. Menurut dia, Al Quran adalah peta untuk menjalankan hidup.

"Mengartikannya harus hati-hati. Makanya aku punya guru untuk mengajari Al Quran," kata Zaskia yang antara lain bermain dalam film Ayat-ayat Cinta arahan sutradara Hanung Bramantyo.

Meski menyatakan ia tidak berniat untuk main film, Zaskia tetap merasa senang bisa tampil dalam sinetron Para Pencari Tuhan 2. Alasan utamanya, bukan karena unsur komersialnya.

"Aku senang (bermain dalam Para Pencari Tuhan 2) karena bisa bikin aku naik kelas dalam belajar agama," kata pemain sinetron Kiamat Sudah Dekat dan Lorong Waktu ini. (EDN)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Rabu, 10 September 2008

09 September 2008

Maudy Koesnaedi: Tetap Cantik Selama Puasa

Surabaya Post, 06/09/2008 :: Saat ibadah puasa Ramadan, seringkali bibir menjadi kering. Tapi, bagi artis Maudy Koesnaedi, keadaan itu dapat diatasi. Caranya? Dengan mengatur asupan makan yang seimbang dan teratur. "Selain mengendalikan apa yang kita makan, dari luar penting juga melakukan perawatan tubuh dengan cara memberi body lotion disesuaikan dengan situasi dan kondisi," kata Maudy di peluncuran Rumah Cantik Citra di Jogyakarta akhir Agustus.

 Dalam pandangan Maudy, perawatan tubuh merupakan momentum pelarian yang terindah. Brand ambassador atau duta produk kecantikan Citra ini mengungkapkan bahwa perawatan tubuh, seperti totok wajah, lulur, dan sejenisnya menghasilan ketenangan dan kesegaran.

"Totok wajah yang mengendurkan ketegangan syaraf itu paling saya suka, karena pekerjaan yang saya geluti memang menuntut untuk lebih banyak tersenyum," kata presenter televisi kelahiran Jakarta 8 April 1975 ini.

Dalam merawat tubuh, Maudy cenderung memilih perawatan yang standar. Maksudnya, kalau body massage, ya benar massage dan lulur, tanpa menggunakan teknik mesin yang saat ini sedang menjamur. Di samping itu, ia lebih suka memilih bahan yang natural, karena takut dengan yang serbakimia.

Aktivitas lain yang penting dilakukan istri Erik Meijer, Deputy Chief Executive Officer di Bakrie Telecom, dalam upaya menjaga kecantikan jiwa dan raga adalah bermeditasi. "Selain menyenangkan juga membuat emosi lebih rileks. Dalam delapan tahun terakhir, saya sudah menjalani meditasi. Termasuk kelas yoga. Melalui perawatan tubuh luar dan meditasi, maka keseimbangan jiwa dan raga dapat melahirkan kecantikan yang sempurna," kata pemeran Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Bila perempuan telah merasa memiliki kecantikan yang sempurna, lanjut dia, percaya diri akan muncul. Ini sangat penting bagi perempuan dalam berkeluarga, berkarir, maupun kehidupan sosial lain. Dengan percaya diri, tekanan dapat dikendalikan.

"Sebagai istri, manager rumah tangga, dan public figure bukanlah hal yang mudah. Mudah-mudahan saya kuat menghadapi itu semua," kata Maudy. (egu)

http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=8&id=83023

Fitnah Menerpa Ulfa Dwiyanti

Biasanya di setiap acara berbuka atau sahur, canda tawa khas Ulfa Dwiyanti muncul di TV. Tetapi, tahun ini komedian yang sering duet dengan Eko Patrio itu menarik diri.

Menurut Ulfa, sudah lama dirinya merencanakan setiap hari berada di rumah saat berbuka dan sahur bersama anak-anak dan pendamping barunya. "Saya ingin menikmati jadi ibu yang baik dan merasakan kedamaian dengan pendamping saya," ujarnya saat ditemui di gedung Innovation Store kemarin (8/9).

Ulfa sekaligus menepis tulisan di sebuah tabloid yang mengatakan bahwa dirinya tidak tampil di acara sahur dan buka puasa karena dilarang suami. "Dikatakan, saya tidak usah kerja. Mereka menulis, lebih baik suami saya yang membayar saya daripada saya kerja. Begitu kira-kira mereka tulis," terangnya.

Di tabloid tersebut, foto Ulfa disandingkan dengan seorang pria berwajah keturunan Arab yang kemudian disebut sebagai suaminya. "Itu bukan suami saya," tegasnya. Selain itu, sambung dia, wajah yang disandingkan tersebut tidak dikenalnya. "Mending kalau ditulis fans, saya senang. Tapi, kalau fans, mbok ya Dude Herlino, saya tambah senang. Paling, Dude muntah-muntah," candanya.

Bagi Ulfa, yang tertulis di tabloid tersebut melanggar kode etik jurnalistik, bahkan melukai hatinya dan beraroma pencemaran nama baik. Saat ini pihaknya sedang berdiskusi dengan kuasa hukum apakah akan dilanjutkan dengan proses hukum. "Saya kecewa! Apa itu yang namanya berita? Saya kan nggak bodoh-bodoh amat! Ngarti tuh sedikit-sedikit dunia pers," ungkap perempuan kelahiran Bandung, 4 Mei 1972, tersebut.

Ulfa menyatakan memang sering mengungkapkan sudah punya pendamping kepada semua orang. Tapi, menurut dia, pendampingnya itu tidak bisa dipublikasikan. Sebab, dia tidak berasal dari dunia hiburan dan merasa keberatan untuk diperkenalkan kepada masyarakat. "Di situ juga ditulis saya menikah enam bulan lalu. Itu fitnah!" ucapnya.(gen/tia)

jawa pos [ Selasa, 09 September 2008 ]

Titi Kamal Bulan Tersibuk

September menjadi bulan tersibuk buat pemain film Titi Kamal. Jadwal shooting dan pemotretannya numpuk pada bulan ini. "Ini belum termasuk rekaman lagu bareng grup Padi. Habis, semua maunya rilis pas Lebaran," katanya.

Shooting apa saja? Jawabnya, yang paling menyita waktu adalah sinetron Muslimah yang diputar di Indosiar. Lokasi shooting berpindah-pindah di kawasan Cinere, Depok, dan Pondok Labu, Jakarta Selatan, serta tempat lain. Jadwalnya pun dari Senin sampai Minggu yang berarti tak ada waktu libur buatnya.

"Shooting itu kadang dari pagi sampai malam atau dari malam sampai pagi," kata pemain film Mendadak Dangdut ini.

Alasan Titi mau bermain sinetron religius karena karakter Muslimah yang diperankannya itu berbeda dengan peran yang pernah dimainkannya dalam film dan sinetron. "Di sini aku jadi lugu sekali ha-ha," ujarnya.

Selain itu, ia juga sudah rindu main sinetron. "Terakhir aku main sinetron miniseri. Kalau sinetron panjang, udah lama banget aku enggak main," kata Titi yang lahir di Jakarta, 7 Desember 1981, ini.

Bekerja keras di bulan Ramadhan, Titi mengaku kadang merasa lemas juga. Apalagi, kesibukannya itu membuat dia untuk tidur pun harus mencuri-curi waktu. "Tetapi alhamdulillah sejauh ini aku belum bolong (puasanya)," katanya. (IVV)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa Selasa, 9 September 2008

02 September 2008

Sundari Soekotjo, Harapan pada Keroncong

Kecintaan Sundari Soekotjo (43) terhadap keroncong memang tiada duanya. Buktinya, demi menghadiri kegiatan peluncuran Festival Keroncong Internasional atau International Keroncong Festival (IKF) di Kota Solo, Jawa Tengah, akhir pekan lalu, ia rela meninggalkan sejumlah acara di Jakarta.

"Kehadiran saya jauh-jauh dari Jakarta untuk memotivasi komunitas keroncong di Solo. Saya menggelar Konser Keroncong 2008 di Mangkunegaran dalam rangka mengangkat dan melestarikan musik keroncong," ujar Sundari.

Dia berharap kegiatan IKF yang akan berlangsung awal Oktober 2008 berjalan lancar dan menjadi momentum menggugah hati generasi muda untuk menghargai keroncong.

"Mudah-mudahan IKF bisa membuka hati generasi muda untuk melestarikan keroncong. Keroncong sudah sampai ke luar negeri. Ini sungguh luar biasa. Masyarakat luar negeri menghargai musik keroncong, kenapa kita tidak?" paparnya.

Untuk menanamkan keroncong di hati generasi muda, ia mengusulkan agar sesering mungkin keroncong diperdengarkan kepada masyarakat, baik lewat radio maupun televisi.

Kata Sundari, Kota Solo pantas menjadi tuan rumah IKF karena di sini keroncong tetap eksis. (SON)


Narji Cagur,Tidak Membatasi
/
Sebagian orang percaya, ketika istri sedang hamil, suami tak boleh omong sembarangan. Bisa-bisa kualat nantinya. Bagaimana dengan Narji (30), personel grup lawak Cagur, yang istrinya, Widiyanti (22), tengah hamil lima bulan. Apa dia percaya mitos itu? Narji agak bingung menjawabnya.

"Bagaimana, ya? Sebagai pelawak, saya biasa bicara ceplas-ceplos biar orang tertawa," kata Narji ketika ditemui dalam acara konferensi pers program Ramadhan antv, pekan lalu.

Kata Narji, meski istri sedang hamil, dia tidak membatasi lelucon ketika sedang di panggung. Saat menjadi pembawa acara dalam acara itu pun, Narji tetap rajin meledek mitranya, Pepi, Budi Anduk, dan para hadirin.

"Gue, kan, pelawak. Rezeki gue dari lelucon yang gue buat. Tapi, sebelum tampil, gue selalu berkata dalam hati, 'Ya, Allah, saya membuat lelucon bukan untuk menghina orang, tapi sekadar mencari rezeki,'" tambahnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Narji mengatakan, tawaran kerja selama Ramadhan tahun ini pun meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Dia, antara lain, tampil dalam program Ramadhan antv "Cagur Naik Bajaj".

"Mungkin ini rezeki anak (saya)," kata Narji, yang tak bersedia menyebutkan berapa lonjakan pendapatannya selama bulan Ramadhan. (BSW)

http://cetak.kompas.com/namaperistiwa 02 09 2008